Terkini

Bappenas Buka 209 Lowongan CPNS, Cek Infonya di Sini!

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional memberikan kesempatan kepada Putra/Putri terbaik Warga Negara Indonesia yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri pada Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian PPN/Bappenas.

Adapun formasi yang dibutuhkan sebanyak 209 formasi, dengan perincian sebagai berikut:
1. Formasi Umum
• Formasi dengan kualifikasi lulusan S-2 sebanyak 1
• Formasi dengan kualifikasi lulusan S-1 sebanyak 180
• Informasi rinci dapat dilihat pada lampiran B.

2. Formasi Khusus
• Formasi khusus kualifikasi lulusan S-1 Predikat Cumlaude sebanyak 21
• Formasi khusus kualifikasi lulusan S-1 Disabilitas sebanyak 5
• Formasi khusus kualifikasi lulusan S-1 Putra/Putri Papua sebanyak 2

Persyaratan

A. Persyaratan untuk Formasi Umum

1. Warga Negara Indonesia (WNI) yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
2. Berusia paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun pada saat melamar;
3. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan dengan pidana penjara atau kurungan 2 tahun atau lebih;
4. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, anggota TNI/POLRI, Pegawai BUMN/BUMD atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
5. Tidak berkedudukan sebagai CPNS atau PNS, anggota TNI/POLRI atau siswa sekolah ikatan dinas Pemerintah;
6. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terllibat dalam politik praktis;
7. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan;
8. Sehat jasmani dan rohani;
9. Bersedia ditempatkan di unit kerja manapun di lingkungan Kementerian PPN/Bappenas;
10. Tidak memiliki ketergantungan terhadap narkotika dan obat-obatan terlarang atau sejenisnya (Surat Keterangan Bebas Narkoba/ NAPZA dari Rumah Sakit Pemerintah setempat yang masih berlaku wajib dilengkapi setelah peserta dinyatakan lulus pada pengumuman kelulusan akhir sebagai CPNS);
11. Berkelakuan baik;
12. Tidak bertato/bekas tato dan tindik/bekas tindik anggota badan lainnya selain di telinga kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama atau adat;
13. Lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta, di Dalam Negeri atau Luar Negeri yang program studinya telah TERAKREDITASI oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada saat tanggal kelulusan, dengan persyaratan IPK:
a. Sarjana (S1) minimal 3,00 (tiga koma nol nol) dalam skala 4;
b. Magister/Master (S2) minimal 3,25 (tiga koma dua lima) dalam skala 4;
14. Untuk lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri wajib melampirkan penetapan penyetaraan dari Panitia Penilaian Ijazah luar Negeri pada Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan tinggi;
15. Surat Keterangan Kelulusan/Ijazah Sementara tidak dapat diterima;
16. Bersedia tidak mengundurkan diri dan tidak mengajukan pindah instansi dengan alasan apapun sekurang-kurangnya selama 10 (sepuluh) tahun sejak TMT PNS.

B. Persyaratan untuk Formasi Khusus

Di samping persyaratan umum seperti tersebut di atas, untuk jenis formasi khusus terdapat persyaratan tambahan dengan perincian sebagai berikut:
1. Formasi Khusus Cumlaude
a. Formasi Cumlaude hanya diperuntukkan untuk lulusan dari Perguruan Tinggi/ Universitas terakreditasi “A”/”Unggul” dan Program Studi terakreditasi “A”/”Unggul”;
b. Pelamar dari lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri dapat mendaftar setelah memperoleh penyetaraan ijazah dan surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara dengan Cumlaude/dengan pujian dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI;
c. Cumlaude adalah pelamar lulusan terbaik (Cumlaude/dengan pujian), dibuktikan dengan pencantuman cumlaude/dengan pujian pada ijazah/transkrip, atau disertai surat keterangan memiliki kelulusan dengan predikat Cumlaude/dengan pujian dari perguruan tinggi yang bersangkutan.

2. Formasi Khusus Disabilitas

a. Disabilitas adalah pelamar yang menyandang disabilitas/berkebutuhan khusus. Disabilitas yang dimaksud untuk formasi pada Kementerian PPN/Bappenas adalah khusus untuk penyandang tuna daksa, dengan kriteria mampu melakukan tugas seperti menganalisa, mengetik, menyampaikan buah pikiran, dan diskusi;
b. Calon pelamar dari penyandang disabilitas wajib melampirkan surat keterangan dokter rumah sakit pemerintah yang menerangkan jenis disabilitas tuna daksa dan wajib mengunggah surat keterangan tersebut ke SSCASN pada saat pendaftaran.

3. Formasi Khusus Putra/Putri Papua dan Papua Barat

Putra/Putri Papua dan Papua Barat adalah pelamar dengan kriteria keturunan Papua/Papua Barat berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak atau Ibu) asli Papua (yang dibuktikan dengan Akta Kelahiran Pelamar dan/atau surat keterangan lahir Pelamar dan diperkuat dengan surat keterangan dari Kepala Desa/Kepala Suku).

Ketentuan Umum

1. Pelamar hanya dapat mendaftar pada satu instansi dan satu formasi jabatan. Apabila pelamar sudah melamar pada Kementerian PPN/Bappenas, maka tidak dapat melamar pada instansi lain.
2. Program studi pelamar terakreditasi pada BAN-PT dan/atau Pusdiknakes/LAM-PTKes pada saat kelulusan yang dibuktikan dengan tanggal kelulusan yang tertulis pada ijazah;
3. Peserta CPNS 2018 yang sudah mendapat NIP oleh BKN namun mengundurkan diri, tidak dapat mendaftar pada Seleksi CPNS 2019;
4. Peserta P1/TL pada Seleksi CPNS 2018 dapat mendaftar Seleksi CPNS 2019 dengan menggunakan kualifikasi pendidikan yang sama, pada jabatan dan instansi yang diinginkan baik sama ataupun tidak sama pada saat Seleksi 2018. Akan digunakan nilai terbaik antara nilai SKD 2018 dan nilai SKD 2019;
5. Peserta seleksi yang sedang dalam proses mengikuti program beasiswa (seperti LPDP) dan telah ditetapkan sebagai CPNS dapat melanjutkan program beasiswanya setelah diangkat sebagai PNS;
6. Pelamar harus membaca dengan cermat pengumuman, memenuhi semua persyaratan dan melakukan pendaftaran sesuai dengan tata cara yang termuat dalam pengumuman;
7. Bagi pelamar yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) seleksi administrasi, diberikan waktu sanggah maksimal 3 hari pasca pengumuman dan Panitia Seleksi CPNS Kementerian PPN/Bappenas diberikan waktu maksimal 7 hari untuk menjawab sanggahan tersebut.

Pendaftaran

1. Pendaftaran dilakukan secara online, dimulai dari tanggal 13 November 2019 sampai dengan tanggal 27 November 2019, melalui laman https://sscasn.bkn.go.id dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK).
2. Pada saat pendaftaran secara online, pelamar harus membaca dengan cermat petunjuk pendaftaran online serta mengunggah (upload) scan dokumen persyaratan yang terdiri dari:
a. Swafoto dengan Kartu Identitas dan Kartu Informasi Akun;
b. Surat Lamaran asli ditujukan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas di Jakarta, dan ditandatangani di atas meterai 6000. (format surat lamaran dapat diunduh di laman https://sscasn.bkn.go.id);
c. Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli berwarna atau Surat Keterangan asli berwarna telah melakukan rekaman kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Catatan
Sipil (Dukcapil).
d. Ijazah dan Transkrip Nilai asli berwarna;
e. Surat Pernyataan asli berwarna yang telah diisi dan ditandatangani dan dibubuhi materai Rp. 6000,-. (format surat pernyataan terlampir dapat diunduh di laman https://sscasn.bkn.go.id);
f. Surat keterangan dokter rumah sakit pemerintah asli berwarna yang menerangkan jenis/tingkat disabilitas tuna daksa (untuk formasi khusus disabilitas);
g. Akte kelahiran dan/atau surat keterangan lahir dari Kepala Desa/Kepala Suku (untuk formasi khusus Putra/Putri Papua dan Papua Barat);
h. Pas foto ukuran 4 X 6 dengan latar belakang merah.
3. Panitia tidak bertanggungjawab terhadap dokumen unggah yang tidak dapat dibaca dengan jelas dan/atau data tidak sesuai dengan dokumen yang diunggah. Hal tersebut dapat mengakibatkan peserta gugur/ tidak lulus dan merupakan kelalaian peserta;
4. Pelamar dari P1/TL wajib mendaftar di https://sscasn.bkn.go.id dengan menggunakan NIK yang sama dengan yang digunakan saat pendaftaran seleksi CPNS Tahun 2018 dan dilakukan proses pendaftaran/pengunggahan dokumen sebagaimana yang dipersyaratkan oleh instansi yang dilamarnya;
5. Bagi pelamar penyandang disabilitas yang mendaftar pada formasi umum, tata cara dan waktu pelaksanaan seleksi sama dengan pelaksanaan seleksi pendaftar pada formasi umum;
6. Sebagaimana dalam Permenpan RB Nomor 23 Tahun 2019 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2019, peserta formasi penyandang disabilitas yang dinyatakan lulus dokumen unggah, wajib hadir di Kementerian PPN/Bappenas untuk memastikan kesesuaian formasi dengan tingkat/jenis/kriteria disabilitasnya pada Januari 2020 dengan waktu yang akan ditentukan kemudian. Bagi peserta yang dinyatakan sesuai akan diberikan Kartu Peserta Ujian untuk mengikuti seleksi selanjutnya;
7. Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi akan diumumkan pada tanggal 17 Desember 2019 dan dapat mencetak kartu peserta ujian secara online melalui laman https://sscasn.bkn.go.id.

Klik di sini: Informasi lengkap CPNS Bappenas 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button