Bisnis

Cegah Penyebaran Virus Corona, Bekerja dari Rumah bisa Jadi Pilihan

Wabah virus corona terus meluas. Virus ini telah menyebar ke 91 negara (Data Center for Systems Science and Engineering  CSSE John Hopkins University, Amerika Serikat 6/3), termasuk Indonesia. Untuk mencegah penyebaran virus banyak perusahaan besar mengizinkan karyawannya bekerja dari rumah.
Sejak terkuak kabar adanya virus Corona di Wuhan, China 31 Desember 2019, China virus ini terus menyebar.  Virus ini membawa banyak dampak dalam aktivitas masyarakat mulai dari isolasi yang dilakukan di Wuhan, larangan traveling ke negara-negara positif corona, ditutupnya beberapa jalur penerbangan ke negara-negara yang sudah terpapar virus Corona hingga ditundanya peluncurkan film James Bond No Time to Die dan Mulan (film buatan China).

Beberapa event teknologi besar seperti Facebook’s F8 (San Jose, California) dan Mobile World Congres2020 (Barcelona),  South by Southwest in Austin, Texas, Mobile World Congress di Barcelona, Facebook Global Marketing Summit di San Francisco, EmTech Asia di Singapore, Google News Initiative Global Summit in Sunnyvale (California), Shopify’s developer conference, Unite (Toronto) dan Google I/O in Mountain View, California dibatalkan. Event besar yang bisa dihadiri lebih dari 200 ribu orang ini dan mendatangkan kerugian hingga 1 miliar dolar.

Paling penting adalah menjaga kesehatan untuk mencegah penularan infeksi virus corona menjadi concern bagi siapa pun. Di sini perlu disadari menjaga kesehatan mulai dari hal kecil mencuci tangan dengan teliti, gunakan sabun, air mengalir, dan lainnya.

Upayakan tangan tidak menyentuh wajah, menjaga kesehatan tubuh dengan makan teratur, tidur cukup, dan olahraga. Bila diperlukan kurangi berada di tempat terbuka (public space) seperti mengunjungi mal, pasar, ataupun bisa dengan bekerja di rumah. Bila ada gejala-gejala mengarah virus corona segera menghubungi dokter atau hotline virus corona.

Selain itu yang cukup penting dilakukan adalah pentingnya seseorang melindungi dirinya dengan asuransi. “Kini ada beberapa asuransi yang menambahkan proteksi virus corona kepada nasabahnya. Bila memang sudah mempunyai asuransi kesehatan, segera cek untuk melihat ada tidaknya perlindungan terhadap virus corona,” ungkap Victor Roy, selaku pendiri Bindcover.

Bekerja dari Rumah

Salah satu yang ikut terasa pengaruhnya adalah dampak virus corona dunia kerja. Beberapa perusahaan besar mempertimbangkan untuk mengizinkan karyawannya bekerja di rumah untuk mencegah penularan.  Minggu lalu Twitter, Apple,  Google,  bank investasi JP Morgan, Amazon, Bungie, Nintendo dan lainnya telah mengumumkan karyawannya bekerja dari rumah.

Demikian juga  dengan Bungie merupakan perusahaan dikenal membuat game populer Destiny 2. Minggu lalu dia  telah  meminta karyawan di Bellevue, Washington untuk bekerja dari rumah. Para direksi mengatakan kalau mereka  telah meluncurkan infrastruktur untuk perusahaan terus mengembangkan game saat mereka di rumah.

Bekerja di rumah saat ini sebetulnya bukan hal sulit. Hadirnya internet dan berbagai aplikasi dapat memudahkan seseorang bekerja di rumah namun dengan mudah terhubung bersama tim kerja lainnya. Aplikasi seperi Zoom, Slack, Trello, Skype, dan lainnya memungkinkan semua bisa bekerja sesuai dengan rencana awal.

Joe Hirsh seorang pakar kepemimpinan dan komunikasi, mengatakan wabah virus corona berpotensi para pekerja bekerja dari rumah, menjadi suatu hal lebih umum dilakukan dan dapat diterima banyak pihak.  Menurutnya, jika lebih banyak perusahaan mengikuti jejak Twitter dan Google, bisa mengubah dinamika tentang orang bekerja di rumah.

Di Indonesia memang belum terdengar adanya perusahaan yang meminta karyawan bekerja di rumah. Namun, bila dibutuhkan sebetulnya hal ini dapat dilakukan. Seperti saat ini ada beberapa sekolah yang diliburkan akibat corona, mereka pasti membutuhkan orang tua mereka ada di rumah. Orang tua pun bisa bekerja tenang di rumah sekaligus mengawasi anak-anaknya.
Hadirnya teknologi digital memudahkan proses bekerja.

“Adanya virus corona ini sedikit banyak juga membuka mata pentingnya digitalisasi suatu perusahaan untuk memungkinkan karyawan bekerja di rumah. Bagi perusahaan yang sudah mempunyai sistem digital tidak sulit untuk men-swicth pekerjanya bekerja di rumah.  Proses kerja digital tetap dapat dilakukan. Begitupun dalam insurtech yang memang mengandalkan digitalisasi. Jadi meski ada virus corona, seperti Bindcover  tidak terganggu dan tetap bekerja seperti biasa,”  ungkap Victor.

“Masa mendatang, bekerja di rumah perlahan-lahan dapat menjadi lifestyle baru. Adanya virus corona ini dan perusahaan perusahaan besar menerapkan kerja di rumah ini menjadi lebih cepat dilakukan,” tambah Victor.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close