Terkini

Kisah Li Wenliang, Dokter yang Pertama Kali Ungkap Virus Corona Meninggal

Li Wenliang, Dokter asal China yang pertama kali menjadi pengungkap dan ditegur lantaran karena dianggap menyebarkan rumor soal virus corona sebelum resmi diakui, meninggal setelah terbukti positif mengidap virus tersebut.

Rumah sakit tempatnya bekerja menyebutkan melalui pernyataan di akun Weibo miliknya bahwa Li meninggal pukul 2:58 waktu setempat pada Jumat.

Baca juga: Begini Kondisi Terakhir WNI yang Positif Virus Corona di Singapura

Dikutip dari Reuters, Sabtu (8/2/2020), Li Wenliang, dokter mata di rumah sakit Wuhan, kota episentrum wabah virus corona, merupakan satu dari delapan orang yang ditegur oleh Kepolisian Wuhan lantaran menyebarkan informasi ilegal dan keliru soal virus corona.

Dokter berusia 34 tahun itu mengatakan kepada grup obrolan para dokter di media sosial China dan aplikasi WeChat bahwa tujuh kasus Infeksi Saluran Pernapasan Berat (SARS) terkonfirmasi terkait dengan pasar makanan laut di Wuhan, yang diyakini menjadi sumber virus.

Ia lantas mengunggah foto hasil tes, yang membenarkan virus corona mirip SARS pada sampel pasien, menurut tangkapan layar percakapan WeChat yang dilihat dan diverifikasi oleh Reuters.

Li menyebutkan di situs microblogging Weibo China pada 1 Februari bahwa ia positif mengidap virus corona.

Reuters belum dapat menghubungi keluarga Li untuk berkomentar.

Baca juga: Daftar 56 Konten Hoaks Virus Corona yang Beredar di Medsos dan WhatsApp

Surat Biro Kepolisian Wuhan yang dilayangkan untuk Li pada 3 Januari mengungkapkan bahwa Li sangat mengganggu tatanan sosial dengan pesan WeChat miliknya.

Ia diminta meneken surat tersebut sebagai janji untuk menghentikan aksi ilegalnya segera, dan jika dirinya menolak untuk melakukan itu maka ia dapat menghadapi tuntutan kriminal.

Baca juga: 1.020 Orang Sembuh dari Corona, China Ucapkan Terima Kasih ke Indonesia

China sejauh ini melaporkan lebih dari 500 kematian dan 26.000 kasus virus corona. China berulang kali berjanji pihaknya akan terbuka dan transparan dalam menangani virus corona.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close