Sosok Inspiratif

Kisah Paidi, Mantan Pemulung yang Sukses Jadi Miliarder Berkat Budidaya Porang

Paidi, pria berusia 37 tahun itu menjadi perbincangan karena keberhasilannya melakukan budidaya porang. Kini mantan pemulung itu menjadi miliarder.

Sebelum membudidayakan porang, Pria lulusan STM pernah mengalami pahitnya kegagalan. Usai lulus sekolah, Paidi pernah bekerja di bengkel di Bali namun ia berhenti bekerja karena ayahnya di Madiun sakit.

“Saya pulang karena bapak sakit. Lalu saya jualan tahu bangkrut, ganti ayam bangkrut. Tidak ada modal sama sekali, saya mulung. Pas mulung, saya sudah putus urat malu. Di desa sendiri mulung sudah parah,” ungkapnya seperti dikutip dari tayangan Hitam Putih dalam akun Youtube Trans7 Official.

Setelah menjadi pemulung, ada temannya yang mengenalkan tanaman porang, yang memiliki nilai jual tinggi. Saat itu, pria berambut gondrong ini berusaha mencari referensi melalui internet tentang kegunaan porang.

“Siang saya mulung, malam belajar di internet soal kegunaan porang,” cerita dia.

Berdasarkan hasil penelusurannya terkait porang, Paidi menemukan bahwa 80 persen untuk makanan dan 20 persen untuk kosmetik. Ia menyimpulkan bahwa porang memiliki banyak manfaat dan permintaan dunia terhadap porang cukup tinggi.

“Ini kebutuhan dunia. Sekarang kita ekspor porang ke China, Eropa juga sudah masuk,”ungkapnya.

Awalnya, Paidi mencari umbi porang di hutan dan selama dua bulan mendapat dua ton lalu menjualnya Rp 3 juta.

Bisnis kian berkembang, ia bahkan mengajak para petani di desanya untuk ikut membudidayakan Porang. Ia memberikan modal kepada petani di kampung halamannya yang ingin mengembangkan porang.

Dengan lahan 1 hektare, jika ditanami porang semuanya, dalam kurun sekitar dua tahun, petani bisa meraup omzet Rp 800 juta. Dari omzet tersebut, petani bisa mengantongi keuntungan Rp 700 juta setelah dikurangi biaya pengadaan bibit, pupuk, hingga pengolahan lahan sekitar Rp 100 juta.

Kini Paidi sudah menjadi pengepul porang dan mendirikan sebuah perusahaan sendiri dengan puluhan karyawan.

Paidi juga gencar membagikan ilmunya seputar budidaya porang melalui akun Youtubenya yaitu Paidi Porang Official.

“Saya pikir dengan porang ini orang lain jangan sampai sesulit saya. Porang tersebar di seluruh Indonesia. Di NTT, Sulawesi porang dianggap hama. Dengan adanya media dan tutorial dari saya, mereka bisa membudidayakan porang dan merasakan manfaatnya,” harap Paidi.

Saat ditanya apa kuncinya hingga Ia bisa sukses seperti sekarang?
“Saya sukses karena komitmen dan yang pasti enggak berhenti belajar,” tutur dia.

Sekadar informasi, tanaman porang atau umbi iles-iles mengandung glukomannan atau biasa disebut Konjac Glucomannan (KGM) yang berbentuk tepung. Kandungan tepung ini bisa diolah menjadi berbagai macam hal dan berperan sebagai bahan pengganti. Kandungan karbohidrat yang terdapat di umbi iles-iles mencapai lebih dari 80 persen, menjadikan karbohidrat komponen terpenting di dalam tanaman ini.

Selain kaya akan karbohidrat, tanaman porang juga kaya akan manfaat untuk berbagai macam bidang mulai dari kuliner sampai kesehatan.

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close