Sehat

Mengenal dan Cara Atasi Pandemic Fatique

Setahun pandemi berlangsung dan belum tahu kapan akan pergi. Ini membuat banyak orang kelelahan baik mental maupun fisiknya.

Warnahidup, Jakarta – Pandemi Covid-19 sudah berlangsung lebih satu tahun. Hingga kini, pandemi belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Adaptasi baru terus dilakukan selama setahun terakhir demi bertahan hidup di tengah berbagai perubahan.

Namun, penyesuaian terhadap adaptasi baru tak melulu berjalan mulus. Di tengah perjalanannya, banyak orang menghadapi pandemic fatigue, atau kelelahan akan perubahan akibat situasi pandemi.

“Kalau kita ngomongin berapa lama kita bertahan, ada satu titik di mana kita jenuh terhadap perubahan-perubahan yang diminta untuk dilakukan. Itu yang disebut pandemic fatigue,” kata Sosiolog Universitas Indonesia, Indira Yasmine, dalam webinar bersama Frisian Flag, Senin (22/3).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengartikan pandemic fatigue sebagai kejenuhan terhadap pandemi. Orang merasa jenuh untuk mengikuti hal-hal yang dianjurkan. Kepatuhan pun  menjadi satu hal yang tidak lagi dilakukan secara konsisten. Tidak jarang mulai  ada beberapa orang mulai lalai lalu timbul rasa takut, kemudian patuh lagi, begitu seterusnya.

pandemic fatigue

Menurut Indira, Indonesia sudah masuk dalam gelombang pandemic fatigue. Protokol kesehatan sulit dipertahankan, karena orang Indonesia cenderung mengutamakan relasi keluarga dan kegembiraan. Tak heran jika sebagian besar mengeluh susah liburan dan melaksanakan ibadah di tempat ibadah.

Dia menyatakan, pandemic fatigue bisa dialami siapa pun. Kondisi ini dipengaruhi oleh emosi, pengalaman, dan persepsi selama proses adaptasi.

Sebagai  contoh. Misalnya saja, adaptasi yang berlangsung lancar saat ada anggota keluarga yang terpapar. Sedangkan saat belum ada yang terpapar, protokol kesehatan cenderung longgar.

Ada pula, misalnya, yang pasrah dan membiarkan apa pun yang nanti akan terjadi.

“Ini sudah diprediksi oleh WHO, apalagi krisis kesehatan publik berlarut, bisa terjadi kejenuhan sosial. Faktor berikutnya, perubahan yang diharapkan itu perubahan yang dipaksakan oleh institusi lewat regulasi ke orang yang kena dan tidak kena,” jelasnya.

Ciri-ciri Pandemic Fatigue

Pandemic fatigue dapat dialami oleh siapa pun dan ciri-ciri tiap orang pun berbeda. Ada beberapa ciri yang dirasakan bila kamu mengalami pandemic fatigue. Ciri tersebut bisa dilihat secara fisik dan mental.

Pandemic fatigue sebetulnya bisa dialami siapa saja. Namun begitu ada beberapa ciri baik fisik dan mental.

Pada beberapa orang kerap timbul perasaan gelisah, sedih, mudah tersinggung, mood berubah secara cepat, kurang motivasi dan sulit berkonsentrasi. Di sini kamu mulai harus curiga kalau kamu juga mulai mengabaikan protokol kesehatan karena melihat orang lain melakukan hal serupa.

pandemic fatique

Sedangkan kalau dari segi fisik saat pandemic fatique maka tubuh akan merasakan lelah luar biasa padahal aktivitasmu rendah. Di samping itu kamu merasa lesu, tidak semangat dan hanya ingin rebahan sepanjang waktu.

Di samping itu pada beberapa kasus, dijumpai juga adanya perubahan konsumsi makanan atau pola tidur. Perhatikan kalau pola makan terlalu sedikit atau terlalu banyak. Selain itu bagaimana pola tidur kamu mesti dicek. Apakah kamu menjadi susah tidur atau sebaliknya.

Cara Mengatasi Pandemic Fatigue

Pandemic fatigue tak bisa dipandang remeh karena berpotensi menyebabkan kelalaian mematuhi protokol kesehatan. Untuk itu penting mengetahui cara mengatasi pandemic fatigue.

Melansir dari uclahealth, ada beragam hal yang bisa kamu lakukan sebagai cara mengatasi pandemic fatigue, seperti :

  • Sadari setiap tindakanmu setiap berinteraksi dengan orang lain berisiko menimbulkan penularan
  • Amat penting mengutamakan kesehatan diri sendiri
  • Tetap lakukan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) di mana pun berada
  • Lakukan kegiatan di lokasi yang mengikuti pedoman protokol kesehatan masyarakat
  • Mengingat bahwa setiap tindakan yang dilakukan bisa berdampak bagi orang terdekat yang rentan virus
  • Sadar diri saat mengalami pandemic fatigue dan mencari bantuan untuk mengatasinya
  • Batasi asupan berita, dengan memperbanyak membaca kabar positif alih-alih berita yang memicu stres
  • Jaga kesehatan mental dengan menyayangi diri sendiri dan melakukan hobi yang disukai
  • Tetap jalin komunikasi dengan orang terdekat agar tidak terpuruk dengan keadaan
  • Luangkan waktu untuk olahraga setiap harinya, misal bersepeda, yoga, atau jogging

 

 

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close