Terkini
Trending

Update: Pasien Positif Corona Bertambah 17 Orang, Total 134 Kasus di RI

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto memastikan jumlah pasien yang terkonfirmasi mengidap virus corona atau Covid-19 bertambah sebanyak 17 orang.

“Ada penambahan jumlah pasien sebanyak 17 orang (positif tertular virus corona) sehingga saat ini ada 134 pasien yang tertular,” ujar Achmad Yurianto seperti dikutip dari Kompas.com.

Adapun 17 pasien itu tersebar di sejumlah wilayah. Secara khusus, lokasinya berada di Jawa Barat (satu pasien), Jawa Tengah (satu pasien), Banten (satu pasien), dan DKI Jakarta (14 pasien).

Sebelumnya, jumlah pasien positif terjangkit virus corona di Indonesia tercatat 117 kasus hingga hari Minggu (15/3/2020).

Sejauh ini, pemerintah telah mengumumkan ada delapan orang yang telah sembuh dari perawatan Covid-19.

Adapun lima orang telah meninggal dunia setelah sebelumnya sempat dinyatakan positif virus corona.

Edukasi soal Corona

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua pihak terkait untuk mengedukasi masyarakat dalam menghadapi wabah pandemik Virus Corona (Covid-19).

“Saya mengajak kita semuanya untuk yang berkaitan dengan program-program yang ada agar dalam rangka mengedukasi masyarakat semuanya diarahkan agar berkaitan, bisa berkaitan dengan yang ada hubungannya dengan corona-19,” ujar Jokowi.

Jokowi mengakui, saat ini berada pada situasi yang tidak biasa dan berbeda, baik karena yang berkaitan dengan perlambatan ekonomi maupun  pandemik Covid-19.

Inilah, menurut dia, yang sangat penting untuk disampaikan yang berkaitan dengan kesehatan dan Covid-19.

Sebagai contoh, Presiden meminta kepada Mendagri fokus memberitahukan kepada seluruh kepala daerah, baik gubernur, bupati, wali kota agar hati-hati dalam membuat policy, tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat dan policy-nya bisa tepat sasaran.

“Sehingga bisa mengurangi pergerakan, mengurangi pertemuan-pertemuan, mengurangi meeting sehingga ini akan bisa mengurangi dampak dari Covid-19.”

Kepada Mendikbud, Jokowi juga berpesan yang berkaitan dengan sekolah. “Tolong dilihat bahwa setiap daerah memiliki kekhususan sendiri, sehingga keputusan meliburkan sekolah itu betul-betul harus dihitung betul,” ujarnya.

Kalau memang sudah diperlukan, Ia mempersilakan untuk meliburkan sekolah, tetapi yang paling penting memang bagaimana harus memulai belajar dari rumah, kalau kebijakan tersebut dilaksanakan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button